Header Ads

Jeddah Tower Naik Tingkat, Kaca Pelindung Mulai Dipasang

Pembangunan Jeddah Tower kembali mencuri perhatian dunia setelah proyek pencakar langit raksasa ini menunjukkan akselerasi signifikan sejak dihidupkan kembali awal 2025. Meski baru mencapai sekitar 80 lantai, sebagian fasad kaca sudah mulai terpasang, memunculkan pertanyaan publik mengenai strategi konstruksi yang diterapkan.

Pemasangan kaca pada tahap awal tersebut bukanlah anomali dalam proyek supertinggi. Pada menara setinggi lebih dari satu kilometer, proses konstruksi memang tidak menunggu struktur mencapai puncak sebelum pekerjaan lain dimulai.

Para insinyur menjelaskan bahwa pemasangan fasad dilakukan secara bertahap mengikuti zona ketinggian tertentu. Hal ini bertujuan melindungi struktur beton dari cuaca ekstrem Laut Merah sekaligus mempercepat keseluruhan jadwal pembangunan.

Dengan menutup sebagian bangunan menggunakan kaca, kondisi interior dapat dikendalikan lebih baik. Temperatur, kelembapan, dan paparan angin menjadi lebih stabil, sehingga pekerjaan lanjutan di dalam gedung bisa dimulai lebih awal.

Pola serupa juga terlihat pada interior. Saat struktur terus naik, pengerjaan sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing di lantai-lantai bawah sudah berjalan. Artinya, pembangunan Jeddah Tower berlangsung secara paralel, bukan linear.

Strategi ini dinilai krusial mengingat target penyelesaian yang ambisius. Jeddah Tower dituntut tidak hanya tinggi, tetapi juga siap beroperasi sesuai standar bangunan ikonik kelas dunia.

Menurut laporan Newsweek, Jeddah Tower saat ini melaju sangat cepat, menembus fase konstruksi layaknya roket. Proyek ini mendekati 80 lantai dalam dorongan agresif yang selaras dengan Visi Saudi 2030.

Menara setinggi satu kilometer ini sempat terhenti selama bertahun-tahun. Setelah jeda panjang, pembangunan resmi dimulai kembali pada Januari 2025 dengan ritme yang jauh lebih intensif dibanding fase awal sebelumnya.

Kini, proyek tersebut menambah satu lantai setiap tiga hingga empat hari. Dengan kecepatan itu, Jeddah Tower diproyeksikan rampung pada 2028 dan siap merebut gelar gedung tertinggi di dunia dari Burj Khalifa di Dubai.

Dengan target ketinggian lebih dari 1.000 meter, Jeddah Tower akan melampaui rekor Burj Khalifa setinggi 828 meter dengan selisih lebih dari 170 meter. Ambisi ini menjadi simbol kebangkitan megaproyek Saudi setelah periode stagnasi.

Sebelumnya dikenal sebagai Kingdom Tower, proyek ini merupakan salah satu dari dua pencakar langit yang dirancang melampaui Burj Khalifa. Keberadaannya mencerminkan persaingan simbolik kawasan Teluk dalam arsitektur supertinggi.

Pada November 2025, menara ini telah mencapai sekitar 78 lantai dan terus menanjak cepat berkat penggunaan derek baru berkapasitas tinggi. Peralatan modern tersebut memungkinkan efisiensi kerja yang jauh lebih baik.

Pemasangan kaca pada ketinggian rendah juga berfungsi sebagai uji coba sistem fasad. Tim konstruksi dapat mengevaluasi performa material terhadap angin dan panas sebelum diterapkan pada ketinggian ekstrem.

Di sisi interior, beberapa lantai bawah mulai dipersiapkan untuk fungsi hotel, apartemen, dan ruang komersial. Meski belum terlihat dari luar, aktivitas di dalam gedung berjalan bersamaan dengan pengecoran lantai atas.

Pendekatan ini mengurangi risiko keterlambatan besar di tahap akhir. Jika menunggu struktur selesai sepenuhnya, pekerjaan interior pada bangunan setinggi satu kilometer akan memakan waktu jauh lebih lama.

Bagi pengembang, setiap bulan memiliki nilai ekonomi tinggi. Mempercepat tahapan awal berarti memperpendek masa nonproduktif proyek yang sempat terhenti selama tujuh tahun.

Pemerintah Saudi melihat Jeddah Tower sebagai simbol transformasi ekonomi. Proyek ini bukan sekadar bangunan, tetapi bagian dari narasi besar Visi 2030 untuk diversifikasi ekonomi dan daya tarik global.

Dengan konstruksi yang kini kembali bergairah, Jeddah Tower diposisikan sebagai etalase kemampuan teknik dan manajemen proyek Saudi. Pemasangan kaca sejak dini menegaskan keseriusan mengejar tenggat waktu.

Meski tantangan teknis tetap besar, ritme saat ini menunjukkan optimisme tinggi. Setiap lantai baru menjadi penanda bahwa proyek raksasa ini benar-benar hidup kembali.

Jika laju konstruksi dapat dipertahankan, Jeddah Tower berpeluang menjadi ikon arsitektur baru dunia. Bukan hanya karena ketinggiannya, tetapi juga karena cara Saudi membangkitkan kembali proyek yang sempat terhenti dan mengubahnya menjadi simbol ambisi masa depan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.